Cara Memutihkan Gigi yang Baik dan Benar

Cara Memutihkan Gigi

Memiliki gigi yang putih merupakan impian setiap orang. Namun untuk mewujudkan itu terkadang masih banyak orang yang salah kaprah mengenai cara memutihkan gigi.

Seperti postingan saya sebelum-sebelumnya, selalu ditekankan bahwa suatu masalah dapat ditangani dengan sempurna bila kita sudah tahu penyebab utamanya. Perlu ditekankan lagi bahwa tidak ada individu yang memiliki gigi normal berwarna putih absolut seperti kertas hvs atau seputih salju. Malah sebenarnya gigi yang normal berwarna sedikit kekuningan. Warna alami gigi ini berasal dari lapisan kedua setelah email yaitu dentin, karena email sendiri agak transparan.

Lalu bagaimana bila terdapat pewarnaan berlebihan pada gigi? Pewarnaan pada gigi dibagi menjadi 2 berdasarkan sumbernya, yaitu pewarnaan eksternal dan internal. Gigi yang mengalami pewarnaan eksternal akan lebih mudah ditangani, selain karena letaknya pada permukaan yang mudah dijangkau, pada umumnya hanya melibatkan sedikit bagian luar gigi, bahkan ada yang tidak melibatkan komponen gigi. Contoh pewarnaan eksternal ini antara lain karena rokok, teh, kopi (berwarna kekuningan-kecoklatan), beberapa kerusakan struktur luar gigi (demineralisasi, fluorosis, karies), dan pengaruh warna bahan tambal gigi (mis: amalgam). Sedangkan pewarnaan internal gigi terjadi dari dalam struktur gigi, paling sering dijumpai akibat gigi yang mengalami trauma (terjadi perdarahan dalam kamar pulpa), gigi yang mati (nekrosis pulpa), paparan tetrasiklin, dan beberapa penyakit tertentu. Karena penyebabnya yang sangat beragam ini sehingga tidak bisa saya jelaskan satu persatu dalam postingan ini.

Setelah kita tahu penyebab utama pewarnaan gigi, tentunya akan mempermudah dalam mencari solusi terbaik. Pewarnaan eksternal yang tidak melibatkan struktur gigi dapat ditangani dengan aplikasi pelarut yang bersifat asam, selanjutnya bila pewarnaan sudah meresap ke struktur gigi (tanpa merusak struktur gigi) akan dilakukan aplikasi bahan golongan peroksida. Bila struktur gigi sudah rusak, maka dilakukan proses restorasi (ditambal atau diberi mahkota gigi buatan, tergantung luasnya kerusakan). Pewarnaan internal gigi akan ditangani dengan prosedur yang lebih kompleks, penjelasan secara singkatnya yaitu dilakukan pembersihan struktur dalam gigi dari bagian yang rusak (dibuat lubang dari luar sampai kamar pulpa), kemudian dari dalam gigi dilakukan proses pemutihan gigi pada struktur yang menyerap warna.

Akhir-akhir ini sering dijumpai banyak bahan pemutih gigi beredar bebas, namun bijaklah untuk memilih, karena banyak produk pemutih gigi yang beredar luas sebenarnya mengandung bahan aktif yang perlu pengawasan profesional dalam penggunaannya, lagipula tidak semua pewarnaan gigi dapat diatasi dengan bahan pemutih tersebut.
Semoga posting ini berguna, hindari untuk memikirkan cara memutihkan gigi, tapi pikirkanlah untuk mengembalikan warna gigi  menjadi warna yang alami

Sumber gambar: drperrone.com